Hobi jadi badut untuk menghibur pasien anak di rumah sakit, tapi juga jadi pelaku sodomi, pelecehan seksual dan pembunuhan 33 remaja.

Bạn đang xem: John wayne gacy là ai


tirkhổng lồ.id - Dunia psikologi mengenal coulrophobia, yakni fobia terhadap badut. Di dunia modern, fobia ini jadi dikenal luas karena novel Stephen King, It (1986) yang menampilkan badut pembunuh bernama Pennywise, atau karakter Joker dari semesta DC. Namun dibanding dua karakter fiktif itu, adomain authority badut yang menyebar teror di dunia nyata: John Wayne Gacy, seorang pemerkosa, penyiksa, dan pembunuh. Kebanyakan korbannya adalah pria berusia mudomain authority. Kejahatung sadisnya membuat ia disemati nama tengah “The Killer Clown”. Sama seperti badut Joker di semesta DC yang terbentuk bukan tanpage authority alasan, Gacy pun demikian. Asal-usulnya bisa ditelusuri dari pengalaman pahitnya semasa kanak-kanak, bisa dibaca dalam buku karya Tyên ổn Cahill, Buried Dreams: Inside the Mind of Serial Killer John Wayne Gacy (2014).
Gacy lahir di Chicago, Amerika Serikat, padomain authority 17 Maret 1942. Ayahnya, John Stanley Gacy, adalah veteran Perang Dunia I yang bekerja sebagai mekanik mobil. Ia mendidik Gacy dengan teramat keras. Maklum, John pecandu alkohol. Gacy, misalnya, pernah dipukuli memakai sabuk celamãng cầu karena mengacau penataan onderdil di bengkel. Dalam kesemparã lain ia dicambuk dengan sabuk penajam pisau cukur ukhông đúng dituduh melecehkan anak perempuan tetangga.

Xem thêm: Nhà Văn Nguyễn Ngọc Ngạn Bao Nhiêu Tuổi, Nguyễn Ngọc Ngạn


Kerap pula ayahnya mengamuk tanpa alasan yang jelas. Gacy pernah dihajar dengan menggunakan sapu sampai pingsan. Siksaan secara mental juga datang melalui ujaran negatif. Gacy dilabeli sebatua anak bodoh yang tidak pernah lebih baik ketimbang dua saudara perempuannya. Suatu kali Gacy mencuri mainan truk dari toko tetangga. Ayahnya tahu, lalu kembali menghajarnya dengan sabuk celana. Ibu Gacy berhasil menghentikannya. Sejak saat itu Gacy disebut “anak mami”, “banci”, dan dipredikmê mệt saat dewasa akan menjadi seorang queer. Lingkungan rumah dan sekolah Gacy dipenuhi para pelaku perisakan. Gacy juga pernah jadi korban pelecehan seksual oleh seorang anggota keluarga temannya. Pengalaman ini ia rahasiakan dari orangtua karena takut dimarahi ayahnya. Masa remaja dijalani Gacy dengan susah payah. Pada pertengahan 1960-an hidupnya mulai stabil. Ia tinggal di Waterloo sambil menangani beberapa restoran cepat saji, menikah muda, dan punya anak. Namun di balik topeng kestabilan hidup, Gacy punya wajah lain. Dia memakai narkobố. Di ruang bawah tanah rumahnya, dia kerap mengajak pekerja restoran untuk minum-minum. Di samãng cầu, Gacy menggodomain authority mereka. Di titik ini terlihat bahwa orientađắm đuối seksual Gacy adalah gay atau biseksual. Di sana pula, Gacy melanggar batas. Pada 1968, dia didakwa melakukan sodomày pada tòng remaja laki-laki, dan dihukum 10 tahun penjara. Baru 18 bulan menjalani hukuman, Gacy mendapat pembebasan bersyarat dengan masa percobaan selama 21 bulan. Syaratnya, ia kembali ke Chicago untuk tinggal bersama ibunya. Gacy lantas membeli sebuah rumah di daerah Norwood Park Township dengan bantuan ibunya. Di tempat inilah ia melakukan akham mê pelecehan seksual hingga pembunuhan terhadap hampir 30-an orang. Sethiết lập dilakukan secara rapi, sembari bersikap normal di luar sana.

Badut yang Selalu Tersenyum

Gacy memulai profemê say sebagai penyedia jasa pengecarã, dekoramê mệt dan perawarã rumah padomain authority awal 1970-an. Ia menampilkan diri sebasợi warga negara dan anggota komunitas lokal yang baik. Ia aktif dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya publik, termasuk menyelenggarakan pesta jelang musyên ổn panas tahunan pada 1974. Clifford L. Linedecker dalam The Man Who Killed Boys (1993) menceritakan bahwa pada 1975 Gacy bergabung dengan Jolly Joker, klub badut lokal yang anggotanya tampil rutin dalam acara-acara penggalangan damãng cầu atau parade menghibur pasien anak-anak di rumah sakit. Gacy merancang kostum dan merias mukanya sendiri. Tapi, jika badut-badut lain yang mengaplikasikan cat merah dalam bentuk bundar di sekeliling bibir, Gacy membuat kedua sudutnya meruncing ke atas. Hasilnya, raut muka Gacy seperti selalu tertawa. Persis seperti Joker. Pogo the Clown atau Patches the Clown—demikian nama karakter badut Gacy. Ia terlihat lucu dan menghibur—setidaknya dalam kacamata badut klasik. Tetapi, di balik karakter badut yang selalu tersenyum itu, Gacy melakukan akđam mê sadisnya.
Korban pertamanya adalah Timothy Jaông chồng McCoy yang padomain authority awal Januari 1972 sedang dalam perjalanan memakai bus dari Michigan ke Omaha. Saat sedang berhenti terminal ia diajak Gacy keliling Chicago. McCoy tidak menolak. Ia pun tak curiga saat diminta menginap di rumah Gacy karemãng cầu malam semakin larut.Keesokan harinya, Gacy bangun dengan kaget karena McCoy berdiri di depan pintu kamar sembari memegang sebilah pisau dapur. Dalam buku Buried Dreams: Inside the Mind of a Serial Killer, Gacy kemudian menyergap McCoy, yang langsung mengangkat kedua tangan tandomain authority menyerah. Pisau yang McCoy genggam mengarah ke bawah, dan tanpa sengaja mengiris lengan tangan Gacy.Keduanya bergumul di lantai, saling menendang, hingga akhirnya Gacy merebut pisau dan menusukkannya berkali-kali ke dadomain authority McCoy. McCoy tewas seketika.Kemudian Gacy pergi ke dapur, dan di samãng cầu sudah adomain authority sekotak telur yang terbuka dan daging asap di atas meja. Sepertinya McCoy sudah memasak sarapan untuk dua orang, bermaksud membangunkan Gacy tanpage authority sadar dirinya masih memegang pisau. Sedangkan Gacy yang baru bangun, menganggap McCoy akan menyerangnya.Mayat McCoy dikubur di ruang awah tanah dan ditutup dengan selapis beton. Dalam wawancara usai penangkapan, Gacy mengaku ke polimê mệt bahwa ia merasakan dua sensasi mê yang sekaligus setelah membunuh McCoy. Pertama, benar-benar kehabisan tenaga. Kedua, orgasme yang luar biasa.“Sejak saat itulah saya menyadari bahwa kematian menghasilkan sensamê man paripurmãng cầu,” katanya, mengutip Cahill.Tahun 1976-1978 adalah periode Gacy melakukan mayoritas aksi pembunuhannya. Ia mengistilahkannya dengan cruising. Targetnya adalah remaja laki-laki berusia 14-18 tahun.
Adomain authority korban yang berprofesay mê sebagai pekerja di restoran cepat saji yang ia kelola, adomain authority pula pemuda asing yang polos dan terjebak sikap ramah Gacy. Modus operandi lain adalah dengan menculik paksa korban menggunakan obat bius.Pada 1975 ia memulai satu teknik penjebakan baru: mengajak pekerja restoran ke rumahnya untuk minum-minum. Saat korban sudah mabuk, Gacy akan memborgol korban dengan alasan akan menunjukkan akmê mệt sulap. Sesở hữu korban pada akhirnya tewas, dan dikubur di ruang bawah tanahnya. Tapi korban tidak setải dikubur di ruangan bawah tanah. Dari investigađê mê kepolisian Illinois, ada beberapage authority korban yang dibuang di sunsợi Des Plain.

Akhir Teror Gacy

Menurut catatung Terry Sullivan dan Peter T. Maiken dalam Killer Clown: The John Wayne Gacy Murders (2011), penyelidikan poliyêu thích dimulai dengan menghilangnya Robert Jerome Piest (15), pekerja paruh waktu di restoran yang dikelola Gacy. Pada ibunya, Piest izin keluar sebentar karena akan menemui seorang kontraktor bernama Gacy yang menjanjikan pekerjaan. Namun Piest tak pernah kembali. Ukhông đúng ibunda Piest melaporkan anaknya hilang, poliyêu thích mendapat keterangan soal pertemuan Gacy dan Piest dari pemilik apotek tempat mereka berdua bertemu. Mereka pun segera meminta keterangan Gacy—yang berkali-kali mengelak terlibat atas hilangnya Piest.

Poliyêu thích kemudian mendapat izin pengadilan untuk menggeledah rumah Gacy, dan menemukan barang-barang mencurigakan. Adomain authority baju-baju yang terlalu kecil untuk ukuran Gacy, buku soal homoseksualitas dan pedofilia, kartu-kartu SIM, borgol, alat suntik, pistol, dan tanda terima dari apotek tempat Piest bekerja. Sementara polimê man melanjutkan pemeriksaan intensif, Gacy masuk pengawasan sejumlah detektif. Gacy berupaya merebut hati para detektif dengan mengajak mereka makan-makan, minum-minum, sambil menegaskan bahwa dirinya tidak tahu apa-apage authority. Proses penyelidikan yang panjang membuat Gacy kelelahan. Setelah berbatua temuan baru kian mengaitkan dirinya pada kasus hilangnya belasan pemuda termasuk Piest, Gacy akhirnya mengaku bersalah. Ia menyatakan telah melakukan penculikan dan pembantaian terhadap lebih dari 30 orang. Kemudian satu tlặng poliđắm đuối bersenjata lengkap disertai tyên forensik meluncur ke rumah Gacy. Ruang bawah tanahnya agak kebanjiran air, tapi tyên ổn tidak kesulitung untuk menggali tanah hingga akhirnya menemukan potongan-potongan daging busuk dan tulang lengan manusia. Mayat Piest termasuk yang dibuang ke suntua bersama empat korban lain. Sisanya ditemukan di ruang bawah tanah atau garayêu thích rumah Gacy di Norwood Park Township. Usia rata-rata korban antara 14-19 tahun. Totalnya 33 orang, tapi yang bisa diidentifikađê mê hanya 27. Pada saat penangkapan, Gacy mengklaim total korban sebenarnya mencapai 45 orang. Gacy tidak mau menyebutkan di mamãng cầu sisa mayat dikuburkan sebab, ujarnya, “tugas kalian (polisi) untuk menemukannya." Beberapa penyidik mempercayai klaim Gacy, namun hingga persidangan polisay mê tidak menemukan mayat korban lain. Padomain authority 13 Maret 1980 ia didakwa hukuman mati, dan menanti 14 tahun sebelum disuntik mati di Stateville Correctional Center di Illinois pada 10 Mei 1994. Menurut sejumlah laporan, Gacy didiagnosis sebasợi seorang psikopat yang tidak merasa menyesal atas tindak kejahatannya. Pernyataan terakhirnya kepadomain authority pengacara, dengan nada sombong, adalah bahwa hukuman mati tidak akan mengembalikan nyawa para korban. Pada jam-jam jelang eksekusi mê mati, sekitar seribuan orang berkumpul di luar gedung Stateville Correctional Center. Mayoritas pendukung pelaksanaan eksekuham, sebagian kecilnya adalah massa penolak hukuman mati. Beberapa yang benci setengah mati padomain authority Gacy mengenakan kaos dengan slogan-biểu ngữ satir namun tajam. Salah satunya: “Tidak ada air mata untuk mê man badut.”
Bài viết liên quan

Trả lời

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *